Dunia Per-kue-an

Adonan Nastar Berminyak, Kenapa?

Dunia per-nastar-an memang gak semulus tampilan kuenya ya, gais. Ada aja problem yang biasa muncul saat membuatnya, seperti adonan nastar berminyak.

Sebenarnya udah lama banget aku ngalamin hal ini, dan alhamdulillah ketemu juga cara mengatasinya. Kenapa tiba-tiba keingetan lagi dan sampe mikir buat angkat jadi tema tulisan, adalah karena salah satu rekanku mau buat konten di medsos, tentang cara mencegah adonan nastar berminyak.

Dia butuh referensi untuk menguatkan pijakan kontennya, lalu akhirnya aku sharing sama dia tentang hal per-nastar-an yang aku pahami. Sebagai seorang blogger multitalenta (wkwkwk) yang juga merangkap profesi bakul kue, urusan per-nastar-an ini udah bikin aku gumoh. Bolak-balik gagal, ganti resep sampai bingung mau pakai resep yang mana, hingga akhirnya aku  nemu resep yang bener-bener pas untuk karakter nastar yang kumau.

Prosesnya gak sebentar, hampir selama satu tahun lamanya (iya, aku trial-eror hampir sepuluh kali). Bayangin, sebanyak itu juga aku dan keluargaku makan nastar hasil trial eror. Sampai ada di satu titik, kami gak doyan makan kue berisi selai nanas itu, hiks.

Tips sukses membuat nastar
Source: Pixabay

Adonan Nastar Yang Bagus

Salah satu produk jualanku di bundanyacinta.bakery adalah nastar klasik. Meski ada banyak jenis kue modern lain, nastar adalah termasuk kue yang everlasting, alias gak lekang dimakan zaman.  Kue ini kerap sold out di setiap season, baik saat Idul Fitri atau saat Natal. Mungkin istilahnya, Lebaran atau Natal tanpa nastar ibarat sayur tanpa garam, ya.

Ngomongin adonan nastar, ada berbagai versi resep. Tidak semua resep menghasilkan hasil akhir yang diinginkan. Inilah pentingnya bagi kita untuk gak mudah menyerah bereksperimen hingga menemukan resep yang bisa menghasilkan adonan nastar terbaik dan sesuai dengan kebutuhan kita.

Lalu, sebenarnya adonan yang bagus itu bagaimana, sih?

Lembut, Namun Tidak Lengket di Tangan

Ciri yang pertama adalah adonan nastar  bertekstur lembut, namun tidak lengket di tangan.

Bagaimana agar adonan nastar bisa lebih lembut? Gunakan butter sebagai lemaknya, alih-alih margarin. Menggunakan butter juga akan menambah aroma dan rasa kue menjadi lebih lezat. Jika tidak bisa menggunakan secara full, kita juga bisa menyiasatinya dengan menggunakan perbandingan 50:50 untuk butter dan margarin (blending).

Mudah Dibentuk, Tidak Buyar Saat Dipulung

Saat konsistensi adonan benar-benar lembut dan tidak lengket di tangan, tentu adonan akan mudah dibentuk. Dulu saat masih sering trial-eror, aku pernah salah menggunakan resep, sehingga adonan buyar saat dipulung. Rupanya resep yang kugunakan tadi menghasilkan adonan yang terlalu kering, sehingga teksturnya jadi berpasir.

Waktu itu rasanya kesal banget, karena harus menggunakan tenaga ekstra untuk menekan-nekan adonan agar bisa dipulung. Selain itu, tekstur kue menjadi keras setelah matang.

Tidak Berminyak

Nah, ini yang paling penting. Saat dipegang, adonan nastar yang bagus tentu tidak berminyak. Jika adonan berminyak, maka teksturnya akan menjadi terlalu lembek dan sulit juga dipulung. Intinya, semua harus pas. Tidak boleh terlalu kering, tapi juga jangan sampai berminyak.

Adonan nastar yang bagus
Source: Pixabay

Adonan Nastar Berminyak? Kenapa ya?

Untuk membuat kue kering, terutama nastar, diperlukan lemak yang berkualitas baik (terutama butter). Titik leleh butter termasuk rendah, sehingga mudah meleleh pada suhu ruang. Butter yang terlanjur meleleh pada saat awal proses membuat nastar akan membuat adonan menjadi berminyak, melebar, dan sulit dibentuk. Untuk menyiasatinya, selalu gunakan butter dalam keadaan dingin.

Selain itu, pengocokan adonan yang terlalu lama juga dapat menyebabkan adonan nastar berminyak. Sebab jika mata pengaduk pada mixer bergesekan terlalu lama dengan adonan, akan menghasilkan panas yang menyebabkan butter atau lemak di dalam adonan mudah meleleh. Perlu diingat, adonan nastar rata-rata hanya perlu dikocok sebentar saja, cukup sampai lemak dan gula halusnya tercampur rata.

Sudah menggunakan butter dingin dan tidak dikocok terlalu lama, tapi masih saja berminyak?

Kira-kira apa lagi yang salah, ya? Hmm… Coba perhatikan lagi, apakah adonan terlalu lama dipulung?

Yups, tangan kita juga mengandung panas lho. Semakin lama adonan bersentuhan dengan tangan, maka risiko butter/ lemak meleleh juga akan semakin tinggi. Jadi, jangan dibuat mainan, adonannya, hehehe… Biasakan bekerja dengan cepat, atau untuk amannya simpan sebagian adonan di chiller jika merasa tidak bisa memulungnya dengan segera.

Akibat Jika Adonan Nastar Berminyak

Jika lemak terpisah dari adonan nastar, maka akan mengakibatkan penurunan kualitasnya. Diantaranya tampilan nastar menjadi lebih flat (ceper), aroma kue menjadi kurang harum, dan otomatis rasanya juga menjadi kurang nikmat.

Nastar ceper karena adonan berminyak
Nastar ceper karena adonan berminyak
Source: Pixabay

Jadi, kesimpulannya adalah gunakan lemak berkualitas baik (butter), dan jaga agar suhu/ temperatur adonan tetap dingin. Sebab, jika sekali saja lemak sudah terkena panas, maka ia akan meleleh dan mengakibatkan adonan nastar menjadi berminyak.

Semoga artikel ini bermanfaat, ya. Kalau teman-teman pernah punya masalah apa saat membuat kue nastar? Yuk, sharing di kolom komentar. 😉

Selamat datang di Blog Bundanyacinta! Perkenalkan, saya Flo. Blog ini berisi warna-warni kehidupan saya sebagai singlemom yang aktif dalam dunia kepenulisan. Di blog ini, kalian akan diajak untuk memahami bagaimana serunya dunia single parenting. Selain itu, saya juga mengulas buku, drama Korea, musik, tempat-tempat wisata, dan menulis cerita fiksi yang biasanya diangkat dari kisah nyata. Silakan menikmati, like, dan tinggalkan komentar yang positif ya 🙂

16 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *